Rabu, 29 Mei 2013

Kamu

Entah sejak kapan, semua kondisi ini berubah. Samar-samar, semakin tak jelas. Kamu yang terlalu acuh, ataukah aku yang terlalu posesif. Ah sudahlah, tidak akan ada ujungnya kalu terus-terusan mempermasalahkan ini. Aku yang harusnya mengerti, aku yang harusnya merestart ulang sabarku. Mengisi ulang rasa sabarku ini, hingga aku mampu lagi bertahan sendiri tanpa bantuanmu.

Aku ingat malam itu, hujan dan bangau itu. Kamu datang dengan senyummu itu. Senyum yang mampu membuatku merasa tenang. Kamu bilang ini bangau pertama yang kubuat untukmu, bangau dengan sebuah cincin didalamnya. Diiringi hujan, itulah awal hubungan kita. Aku rindu bangau itu, aku rindu mie ayam rel pintu itu. Terlebih lagi aku rindu pada orang yang menemaniku menyantap mie ayam itu. Rindu sosoknya, rindu senyumnya. Rindu segalanya tentang dia, terlebih lagi dia yang dulu. Dia memang tidak berubah, dia hanya tak menunjukkan rasa itu. Tak seperti aku, aku yang terlalu menunjukkannya. 

Sungguh aku diam bukan karena aku bisu, aku menghindar bukan karena aku ingin pergi dari kamu. Ini hanya karena aku ingin mengendalikan rasaku, rasaku yang kurasa semakin dalam. Yang semakin kau abaikan, semakin kau acuhkan. Aku masih ada hati untuk melepasmu secepatnya, sungguh sungguh aku tak bisa melakukannya. Aku terlalu menyayangimu.

Takut, resah. Itu yang kurasa, ingin menjauh agar sakit ini pergi, tapi rasaku sudah dalam. Tetap bertahan, itu akan semakin menyiksaku. Kamu yang terlalu acuh ataukah aku yang terlalu posesif. Mungkin memang saat aku yang harus menjauh. Aku tau, perlahan dia sedang mengajariku terbiasa tanpanya hingga nanti dia benar-benar akan pergi. 

Selasa, 14 Mei 2013

LOL


Agar hidup ini terasa adil. Jadilah seseorang yang sedikit berharap, banyak memberi.

Kebahagiaan-kebahagiaan kecil itu sudah berlalu, tinggal kenangan, masa lalu, dan melupakannya secara perlahan.

Saat kita berhenti mencari, saat itulah kita justru menemukan apa yang kita cari. Saat kita tak bersiap untuk sebuah kejutan, hidup justru memberikan banyak kejutan.

Saya sudah belajar untuk tidak berharap yang lebih lagi, karena saya tidak ingin suatu saat, harapan saya menjadi sia-sia dan menyesalkannya.

Biar aku terpejam lalu mencari nama yang besar, senyum yg selalu kuingat, dan takdir yg kucari…. Semoga kamu, aamiin.

Tuhan itu adil. Maha Adil. Terkadang hambaNya yang sering melupakan dimana letak rasa syukur yang telah Tuhan beri.

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

Banyak yang indah dari dirinya, namun sorot matanya yang paling menyihirku. Aku sedang mengingatnya, ketika menulis ini.

Ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka.

Aku Punya Hati

Saat aku di sisimu, hatimu terasa jauhSemua rasanya hampa, walau katamu banyak rinduPerasaanku tak bisa dustai, tak seperti dulu lagi
Aku tak mau terus beginiBila kau tak lagi sungguh-sungguh cinta akuWalau hati ini tak sanggup lupakan dirimuKusadari aku yang harus pergi
Aku masih punya hati, engkau pasti tahu ituBila ku salah mengapa kau diam, mengapa tak kau bicara
Cinta ini masih tersimpanMeski kini semua hanya hanyalah fatamorgana
Aku tak mau terus beginiBila kau tak lagi sungguh-sungguh cinta akuWalau hati ini tak sanggup lupakan dirimuKusadari aku yang harus pergi