Agar hidup
ini terasa adil. Jadilah seseorang yang sedikit berharap, banyak memberi.
Kebahagiaan-kebahagiaan
kecil itu sudah berlalu, tinggal kenangan, masa lalu, dan melupakannya secara
perlahan.
Saat kita
berhenti mencari, saat itulah kita justru menemukan apa yang kita cari. Saat
kita tak bersiap untuk sebuah kejutan, hidup justru memberikan banyak kejutan.
Saya sudah
belajar untuk tidak berharap yang lebih lagi, karena saya tidak ingin suatu saat,
harapan saya menjadi sia-sia dan menyesalkannya.
Biar aku
terpejam lalu mencari nama yang besar, senyum yg selalu kuingat, dan takdir yg
kucari…. Semoga kamu, aamiin.
Tuhan itu
adil. Maha Adil. Terkadang hambaNya yang sering melupakan dimana letak rasa
syukur yang telah Tuhan beri.
Daun yang
jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak
melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang
indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus
memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian,
pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan
menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin
merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
Banyak yang
indah dari dirinya, namun sorot matanya yang paling menyihirku. Aku sedang
mengingatnya, ketika menulis ini.
Ketika
seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka
menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak
memikirkan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar